Wednesday, December 8, 2010

Funnybook Freak-out: Hi-Ho Comics

cartoon Carousel merry go round funny animals bear indian elephant pelican Coming up in the next few posts: some of the freakiest funny animal comic book stories I've ever seen! Here's a tiny sneak peek of the goodies to come: How many mstakes can you find in this drawing cartoon comic book
…and
Percy Pelican Uncle Sam cartoon comic book vintage funny animal Oh, man...that Percy Pelican splash panel is amazing!
Daffy Dragon  cartoon comic book vintage funny animal …all from the fermented & demented pen
of one “H. Chambers.”
Eddie Elephant vintage funny animal cartoon comic book
Anybody know who this guy is? I’ve looked him up, but zippo-zilch-nada so far.
cartoon monkeys cityscape comic book funny animal Hi-Ho It’s all coming up soon, so stay tuned ^_^
cartoon Pelican vintage funny animal

Thursday, December 2, 2010

Hey Look! Full-Color Scans of Harvey Kurtzman’s Late 40’s Masterpiece

Hey look toaster
Harvey Kurtzman is my biggest cartooning inspiration, and his “Hey Look” one-pagers are my favorite examples of his hilarious work.
Hey Look slipper
The book collection of these comics is out-of-print, and selling for upwards of $80, but lucky for us, Chris at Comicrazys has posted some beautiful full-color scans of these late 1940’s cartoon masterpieces.Hey look hard boiled egg These panels are just a random assortment of some of my favorite Kurtzman drawings. Make sure to click over to :
http://comicrazys.com/2010/11/24/hey-look-in-color-and-mad-covers-harvey-kurtzman/
…to see the full pages in all their cartoony glory!
Hey look toaster Harvey KurtzmanHey Look opera Harvey Kurtzman singing Hey Look potatoe Harvey Kurtzman chef hat Hey Look chair Harvey Kurtzman Hey Look fire Harvey Kurtzman Hey Look Cereal Harvey Kurtzman Hey Look Movies Harvey Kurtzman Hey Look shuddup Harvey Kurtzman Hey look egg Harvey Kurtzmanhttp://comicrazys.com/2010/11/24/hey-look-in-color-and-mad-covers-harvey-kurtzman/

Tuesday, November 30, 2010

Secret Harvey Kurtzman Comic Book Activity Page from 1949

Little Aspirin's tricky tricks Harvey Kurtzman magic comic book filler page These pages aren’t signed, but they’re certainly the work of  genius cartoonist Harvey Kurtzman!Harvey Kurtzman magic tricks comic book filler page Little Aspirin
I came across these pages while flipping through dozens of comic scans…looking for some cool comic oddity to share on the blog. But THIS! *swoon*
Harvey Kurtzman magic tricks comic book filler page 1949 Little Aspirin
Little Aspirin Harvey Kurtzman magic tricks comic book filler page Based on the ever-evolving  cartooning styles during Harvey Kurtzman’s pre-MAD “Hey Look” comics, I’d peg these as being drawn around 1947.
Little Aspirin #1 1949 comic book
From “Little Aspirin” #1 July 1949

The Little Aspirin comic was published in 1949, but I’m betting these filler pages were sitting around for a couple years before they were published.
Little Aspirin #1 indicia 

Monday, November 22, 2010

First-Ever Photos of the Storyboard Secrets 10-DVD Boxed Set

 10 DVDs - 20 Topics - 13 Hours of Practical Instruction.
The DVD course debuted on Friday at CTNX


CTNX was amazingly great, and we met tons of great cartoonists!
  ---------

For more info on the 10-DVD Box Set, please send an email to:

Monday, November 15, 2010

What is "Storyboard Secrets?"

What is "Storyboard Secrets?"
---
Find out Friday at CTN-X

Tuesday, November 9, 2010

Coo Coo Kids Comics starring Supermouse

Great stuff over at the Big Blog of Kids' Comics!
This Supermouse story is
the purest example of a FUN comic book!
Click HERE for the whole beautiful comic
-- Thanks, Mykal!

Saturday, November 6, 2010

Aneh Bin Ajaib, Padi Tak Tersentuh Lahar



Warga menyaksikan Kali Gendol yang rata tertutup material letusan Gunung Merapi di Dusun Bonggang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

SLEMAN, KOMPAS.com — Hulu Sungai Gendol di wilayah atas Cangkringan, Sleman, yang berjarak sekitar 5 km dari puncak Merapi, berubah menjadi gunungan setelah tertimbun material vulkanik yang dimuntahkan Merapi pada Kamis (4/11/2010) malam.

"Sebelum terimbun, sungai ini lebar dan dalam, kira-kira sedalam 30 meter. Seperti jurang kalau dilihat dari tepi sungai," kata Suwarjo (42), penduduk setempat, yang meninggalkan lokasi pengungsian untuk menengok rumahnya.

Ketika Antara mendatangi lokasi pada Sabtu (6/11/2010) siang dan menyaksikan hulu sungai itu dari jarak 5 meter, Suwarjo berteriak untuk memperingatkan bahwa material itu masih mengandung bara.

Bagi orang luar, bukan penduduk Cangkringan, fenomena sungai Gendol itu mencengangkan. Tak ada tanda-tanda sama sekali bahwa di bawah ribuan ton lahar itu ada sebuah sungai sedalam jurang. Aroma belerang yang menyengat tercium di kawasan berbahaya ini.

Di sekitar hulu sungai terdapat perkampungan penduduk yang sudah mengungsi. Atap rumah-rumah dan daun-daun pepohonan besar tertutupi abu dan pasir.

Kebun salak luluh lantak, porak-poranda. Cangkringan menjadi kawasan mati, dengan kerusakan yang masif.

Kawasan lereng Merapi yang mengalami kehancuran di mana-mana terjadi di Desa Glagaharjo. Sepanjang jalan menuju puncak Merapi, pohon-pohon bertumbangan. Tiang listrik dari beton patah. Tiang besi telepon pun roboh, membuat saluran kabel-kabelnya terburai.

Sejumlah rumah penduduk tampak berantakan. "Hujan pasir campur lahar membuat semuanya seperti ini," kata seorang penduduk setempat yang sedang menengok rumahnya.

Pemadangan di Cangkringan yang mengalami kerusakan di mana-mana itu terasa magis. Semua pohon besar bisa tumbang atau dahan-dahannya patah. Daun-daun pohon kelapa lunglai berwarna coklat kusam setelah tertimpa hujan pasir dan lahar. Perkebunan salak morat-marit. Tanaman jagung hanya tinggal onggokan kusam di pematang.

Namun, hamparan padi yang baru disemai, yang baru setinggi sepuluh senti meter, sama sekali utuh dengan warna kehijauan yang menyegarkan.

"Aneh bin ajaib. Pohon besar bertumbangan. Padi yang baru tumbuh itu seperti tak tersentuh lahar Merapi," komentar seorang yang mengantar Antara memasuki wilayah maut itu.

Pengamatan lapangan di Glagaharjo itu tak berlangsung lama karena seorang relawan yang datang mengingatkan untuk segera menjauh dari puncak Merapi.

Suara hujan angin disertai gelegak seperti air mendidih, yang datang dari perut Merapi itu, semakin menyadarkan bahwa Merapi bisa muntah sewaktu-waktu.

Aktivis-relawan penolong korban Merapi itu seperti mulai mengenal tabiat Merapi. Dia segera menarik pegas motornya dan melaju menjauh dari puncak Merapi. Dia tak mau berpacu melawan kecepatan lahar Merapi yang oleh pakar geologi diibaratkan sekencang mobil Formula Satu itu.